Kecoak Elektronik Indonesia

March 1, 2008

Goolag Scanner

Filed under: Tools Review, Websecurity — staff @ 6:12 am

—–FOR IMMEDIATE RELEASESECURITY ADVISORY: The following program may screw a large Internet searchengine and make the Web a safer place.

LUBBOCK, TX, February 20th — Today CULT OF THE DEAD COW (cDc), the world’s

most attractive hacker group, announced the release of Goolag Scanner, a web

auditing tool. Goolag Scanner enables everyone to audit his or her own web

site via Google. The scanner technology is based on “Google hacking,” a form

of vulnerability research developed by Johnny I Hack Stuff. He’s a lovely

fellow. Go buy him a drink.

“It’s no big secret that the Web is the platform,” said cDc spokesmodel

Oxblood Ruffin. “And this platform pretty much sucks from a security

perspective. Goolag Scanner provides one more tool for web site owners to

patch up their online properties. We’ve seen some pretty scary holes through

random tests with the scanner in North America, Europe, and the Middle East.

If I were a government, a large corporation, or anyone with a large web site,

I’d be downloading this beast and aiming it at my site yesterday. The v

ulnerabilities are that serious.”

Goolag Scanner will be released open source under the GNU Affero General

Public license. It is dedicated to the memory of Wau Holland, founder of the

Chaos Computer Club, and a true champion of privacy rights and social justice.

GOOLAG SCANNER FUNCTIONS AND FEATURES

Goolag Scanner is a standalone windows GUI based application. It uses one

xml-based configuration file for its settings. All dorks coming with the

distribution of gS are kept inside one file.

Press Contact

Oxblood Ruffin

oxblood at hacktivismo.com

Saya merasakan tools ini sangat membantu, terutama karena saya sangat malas menghafal jenis-jenis dork :-P. Get it from here.

January 2, 2008

Maltego

Filed under: Tools Review — Cyberheb @ 3:29 pm

Maltego merupakan toos inovatif yang ditujukan untuk proses information gathering. Proses information gathering yang awalnya menggunakan cara klasik seperti domain-whois, search-engine, archive, dsb sekarang dapat dilakukan secara otomatis. Maltego memiliki metode spesifikasi tersendiri untuk proses information gathering yang didalamnya sudah melibatkan metode-metode klasik yang umum digunakan sebelumnya.

Maltego menggunakan metode ‘keterkaitan’ antara beberapa objek. Objek tersebut terdiri dari Domain, IP Address, DNS Name, Website, e-mail, Location, Person, dsb. Yang dilakukan maltego adalah menggambarkan hubungan keterkaitan antar objek yang akan dicari. Proses penggambaran hubungan tersebut dilakukan oleh suatu metode (plugin) yang disebut transform. Transform akan mencari objek lain yang memiliki hubungan dengan objek yang dicari serta menggambarkan hubungan tersebut dalam suatu bentuk grafik. Misalnya: akan dicari segala hal yang berhubungan dengan suatu domain kilkbca.com, maka klikbca.com merupakan objek awal pencarian. Transform akan mencari objek lain yang berhubungan dengan objek klikbca.com, misalnya: mencari objek IP Address klikbca.com, IP Netblock yang dimiliki oleh klikbca.com, website yang dimiliki oleh klikbca.com, mx records yang berhubungan dengan klikbca.com, mencari person yang berhubungan dengan klikbca.com. Dari semua hasil transform objek tersebut, kita juga dapat mencari objek lainnya. Misal: dari person hasil transform domain klikbca.com dapat dicari social network apa saja yang diikuti oleh person tersebut, alamat email person tersebut, person tersebut terkait dengan website apa saja, dsb.

Dengan melihat kemampuan maltego, maka proses information gathering akan semakin mudah dilakukan bahkan oleh orang awam sekalipun. Dan kita dapat mencari titik lemah mana yang dapat digunakan untuk menusuk masuk ke dalam suatu target.

Transform (plugin mengubah dari DNS -> IP Address, DNS -> MX Record, E-Mail -> Social Network (Friendster)) juga dapat dikembangkan sendiri oleh user. Maltego memberikan draft spesifikasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan jenis transform tertentu sesuai keinginan kita, dan bahkan kita juga bisa membatasi siapa saja yang dapat menggunakan transform milik kita tersebut dengan suatu API key.

Maltego bisa kalian dapatkan dari situs resminya, dan dari situs remi tersebut juga bisa didapatkan spesifikasi design maltego, API, serta dokumentasi cara penggunaan dan diskusi mengenai maltego. Berikut ini salah satu snapshot dari maltego untuk objek domain kecoak-elektronik.net:

List services Maltego

Output Maltego untuk domain kecoak-elektronik.net

December 31, 2007

Zenmap

Filed under: Tools Review — Cyberheb @ 10:58 am

Zenmap merupakan GUI frontend terbaru untuk nmap. GUI ini jauh lebih menarik dibandingkan NmapFE yang merupakan official GUI untuk Nmap sebelumnya. Zenmap sangat mudah digunakan, dan yang lebih penting lagi…tools untuk belajar nmap yang sangat baik bagi para newbie.

Zenmap memiliki fitur-fitur yang memudahkan user, diantaranya membuat profile yang bersifat wizard (interaktif) untuk tipe scanning. Para newbie cukup mempelajari berbagai macam tipe scanning nmap (FIN, ACK, SYN, dll) dan teori bagaimana nmap mendeteksi jenis operating system maupun service suatu aplikasi dengan memanfaatkan behaviour dari TCP/IP stack tiap sistem operasi. Dokumentasi lengkapnya bisa dibaca sendiri pada situs resmi nmap.

Ini beberapa snapshot pemakaian zenmap yang dapat membuat proses scanning dengan nmap jauh lebih efisien.

1. Pembuatan profile scanning

2. Output hasil service detection

3. Output hasil OS detection

PS:Blog mengenai Zenmap sekaligus mengakhiri tahun 2007. Semoga saja di tahun 2008, kecoak elektronik akan semakin banyak dan semakin sering melakukan sharing informasi kepada masyarakat IT & Security Indonesia dengan berbagai hal yang bermanfaat. Kami juga akan merilis ToKeT (Terbitan Online Kecoak Elektronik) volume 3 di awal tahun 2008. Last, have fun buat temen-temen yang merayakan pergantian tahun dengan gathering bersama anggota kecoak elektronik di Yogyakarta (I’ll wait for the report guys :) ).

December 29, 2007

Backtrack 3 on MacBook

Filed under: News, Tools Review — Cyberheb @ 11:10 am

BT3 run smoothly on my Black MacBook 13″, hardware support is pretty impressive and I have no trouble at all installing it on the system. Just pick Run With Graphical (KDE) on booting and you’ll get nice system installed with it’s graphical view. I had lot of trouble manage resolution with BT2 or Gentoo GNU/Linux on MacBook because of it’s Intel Graphic adapter, but BT3 handle it nicely so I can got 1280×800 resolution. MacBook uses atheros chipset and BT3 detected it automatically, and Wireless Assistant detect my private wireless LAN which use WPA2 with PSK automatically (this is improvement of BT2). But there’s still such a weird bugs with wireless assistant where I have to try 2 times before connecting and associated into my private wlan, wireless assistant always failed in a first attempt.

MacBook use special keys (apple) and BT3 handle it well, i.e: I can move to console based from graphical using ctrl-alt-fn + F1. Almost all software inside also up-to-date so if you wanna install your favorite application, you should have no much trouble in dependencies. For real installation into harddisk, BT3 also offer to restore the original MBR after it successfully installed into the disk. So if you had another operating system running before, no worried about that because BT3 has option to restore the original boot loader back into MBR. All you need to do is copy the lilo.MBR into some removable media and copy into another system (ie. Microsoft Windows), then you can edit the boot loader of Microsoft Windows to add the lilo.MBR for booting BT3.

One thing which remain not so well for me is graphical booting after real installation. It’s not as good as graphical booting when we use live cd. I still haven’t tweak some configuration in lilo, but having nice graphical booting on default installation would be nice thing. Usually remote-exploit team will fix and give more impressive graphical on public release (not beta), so…we’ll see.

Backtrack on MacBook

December 20, 2007

Backtrack3 -beta- released!!!

Filed under: Tools Review — Cyberheb @ 8:01 pm

Yeah yeah yeah…sudah agak basi beritanya karena distro security ini sudah di publish sejak satu minggu yang lalu, so?!just grab it from http://www.remote-exploit.org/backtrack_download.html

Cheers!

November 14, 2007

Fenomena Backtrack

Filed under: Tips 'n Trick, Tools Review, Underground — Cyberheb @ 10:00 am

Backtrack…distro yang sangat populer dikalangan pecinta dunia security, distro ini juga termasuk favorite dikalangan underground untuk digunakan dalam berbagai kesempatan. Pertanyaannya, kenapa?apa keistimewaannya?

Saat awal-awal muncul distro linux yang mengkhususkan diri sebagai distro untuk proses hacking / pen-test, menurut opini saya secara pribadi security auditor lah yang paling 'pas'. Satu hal yang paling dominan adalah kemampuan security auditor untuk portable, portable dalam hal pengenalan hardware dan portable sebagai distro untuk proses pengembangan (misal: build package). Walaupun saat itu ada beberapa jenis distro untuk lingkungan security, diantaranya whax dan phlak. Banyak yang menyukai whax karena menyediakan tools-tools yang lebih menarik.

(more…)

November 2, 2007

Bunny Fuzzer, the other approach for fuzzing

Filed under: Fuzzer, Tools Review — Cyberheb @ 3:52 am

Michael Zalewski (lcamtuf) mengembangkan project yang disebut bunny. Project ini merupakan tools untuk melakukan fuzzing terhadap aplikasi C. Seperti biasa, lcamtuf membuat aplikasi yang merupakan inovasi dibandingkan aplikasi-aplikasi sejenis, dan bunny fuzzer ini menggunakan pendekatan lain dalam melakukan proses fuzzing terhadap aplikasi-aplikasi C.

A closed loop, high-performance, general purpose protocol-blind fuzzer for C programs.

Uses compiler-level integration to seamlessly inject precise and reliable instrumentation hooks into the traced program. These hooks enable the fuzzer to receive real-time feedback on changes to the function call path, call parameters, and return values in response to variations in input data.

This architecture makes it possible to significantly improve the coverage of the testing process without a noticeable performance impact usually associated with other attempts to peek into run-time internals.

Bunny is currently known to support Linux, FreeBSD, and Cygwin on IA32 systems.

Fuzzer umum nya mengharuskan kita memahami proses kerja suatu aplikasi, tujuan nya adalah agar kita dapat memberikan ’seed’ atau data input yang akan digunakan untuk testing suatu aplikasi. Jika yang akan dilakukan adalah suatu protocol fuzzing, maka kita diharapkan memahami proses kerja protocol tersebut (yeah, RFC is ur friend then).

Bunny agak berbeda dalam hal implementasi fuzzy ini, berikut ini hal yang akan dilakukan bunny fuzzer:

  1. Seed fuzzing queue with a known good input file.
  2. Attempt several deterministic, sequential fuzzing strategies for subsequent regions in the input file, as well as for regions that are known to affect execution paths based on previously recorded data.
  3. If any change resulted in a never previously observed execution path, store the input that triggered it and queue it for further testing.
  4. If any change resulted in an interesting change in any function call parameter or return value within a known execution path (for example, we now have -3 where we had 7 previously), store and queue the input.
  5. If program fault is sensed for any input (crash, hang, etc), record this event and make copy of the offending input data.
  6. When done, fetch next input to be tested from queue, go to 2.

Bunny akan melakukan proses fuzzing dengan melakukan intergrasi terhadap aplikasi dan melakukan analisis pada level runtime execution. Proses yang dilakukan mirip dengan tehnik artificial intelligent dimana bunny akan diberikan berbagai macam legal input, dan kemudian baru diberikan input-input untuk testing. Bunny akan melakukan monitoring langsung saat runtime execution sehingga apabila ada execution yang ‘abnormal’ akan dicatat dan di proses lebih lanjut, dengan begini maka kita dapat melakukan proses fuzzing dengan lebih mudah.

Bunny fuzzer dapat di download disini, dan dokumentasinya dapat ditemukan disini.

October 8, 2007

Tor (The Onion Routing)

Filed under: Journal, Tips 'n Trick, Tools Review — Cyberheb @ 8:26 pm

Hi newbies, saya akan coba untuk menjelaskan secara ringkas namun (hopefully) jelas mengenai tor, tools anonymity yang saat ini sudah mulai banyak digunakan baik oleh publik ataupun private party. Segala hal tentang tor bisa kalian peroleh dari internet, termasuk dari situs resmi nya yang menyediakan informasi lebih akurat mengenai tor, apa yang saya jelaskan disini hanyalah ringkasan dari cukup banyak official article mengenai tor.

Tor dapat kalian donwload dari situs resmi nya di sini. Saat ini aplikasi tor tidak berdiri sendiri, namun sudah di bungkus dengan beberapa aplikasi tambahan, dan salah satu bundle aplikasi yang paling populer adalah vidalia. Bagi para pengguna M$ Windows dan Mac OSX dapat langsung mencoba paket vidalia tersebut yang inti nya terdiri dari tor dan privoxy (proxy server), sedangkan untuk pengguna linux diberikan source nya untuk compile dan build sendiri.

Awal kemunculan tor adalah untuk memfasilitasi user-user awam yang hendak berselancar di internet agar identitas serta tingkah laku nya tidak dapat di analisis. Banyak pihak yang menginginkan hasil analisis tersebut, diantara nya adalah perusahaan dan pemerintah. Jika kita mau care sedikit, maka hampir semua website yang kita kunjungi memiliki hubungan dengan Google, hampir di setiap website ada google-analytics. Fasilitas ini digunakan oleh google untuk berbagai keperluan diantara nya statistic tingkah laku pengguna internet selama berselancar, sehingga dapat di hitung statistic nya mengenai jenis website apa saja yang dikunjungi oleh user, informasi apa saja yang dibutuhkan oleh user dengan kriteria tertentu (anak-anak, remaja, dewasa, dll), kata kunci apa saja yang sering digunakan oleh user tersebut, dimana alamat email nya, forum apa saja yang sering di ikuti, dll. Inilah yang dimaksud dengan traffic analysis, hal ini bisa dilakukan salah satu nya adalah karena user umum nya menggunakan alamat IP yang bersifat statis, sehingga lebih mudah untuk dianalisis gerak-gerik nya selama berselancar di internet. Belum lagi adanya aktivitas sniffing oleh pihak-pihak tertentu (government, criminal) di jalur-jalur yang kita lewati saat berhubungan dengan internet. Untuk itulah kita membutuhkan suatu anonimitas saat berhubungan dengan internet, dengan menggunakan informasi source IP yang tidak statis (dinamis) paling tidak akan mengurangi dampak dari traffic analysis tersebut, inilah salah satu tujuan dari tor.

Aplikasi untuk menjaga anonimitas di internet saat ini ada banyak, namun umum nya bersifat centralized, dimana kita menggunakan fasilitas yang disediakan oleh pihak lain untuk berselancar di internet. Dengan adanya fasilitas ini maka lokasi asli kita akan disembunyikan, yaitu dengan menyembunyikan alamat source IP. Aplikasi yang paling umum adalah dengan menggunakan proxy, berikut ilustrasi saat menggunakan proxy:

Proxy Anonymity

Teori mudah nya, kita menghubungi mesin lain yang kemudian akan menjadi jembatan untuk mencapai server tujuan. Dengan begitu, maka pada log server tujuan hanya tercatat pengakses berasal dari mesin yang menjadi jembatan tersebut. Inilah yang disebut dengan anonymous proxy. Anonymous proxy ada banyak jenis nya, bahkan ada yang menggunakan beberapa server sehingga dapat mengakomodasikan pengguna nya untuk terus bergonta-ganti IP Address selama berada di internet

Tipe anonymous proxy dengan centralized tersebut memiliki kelemahan, yaitu data kita sebagai pengguna proxy tersebut akan tercatat pada mesin proxy, sehingga keberadaan kita tetap dapat di trace terutama apabila pihak yang menginginkan log nya berasal dari pihak kuat seperti government.

Untuk tehnik anonymitas yang lebih kuat, dibutuhkan suatu mekanisme untuk enkripsi data yang kita kirimkan ke internet dengan sifat mix atau tersebar. Dengan metode ini, maka jika data kita dapat di crack pada suatu titik tetap tidak bisa didapatkan data yang utuh karena untuk mendapatkan keseluruhan data tersebut membutuhkan seluruh titik sebagai pembuka kunci nya. Berikut ini ilustrasi dari metode enkripsi yang memanfaatkan beberapa titik sebagai kunci nya:

Basic Schaum

Schaum Encrypt

Schaum Decrypt

Pada gambar-gambar diatas, kita dapat melihat metode standar dari enkripsi schaum. Pada ilustrasi tersebut, setiap message akan melewati 3 buah mesin pemegang kunci, dan setiap message melewati satu mesin akan langsung di enkripsi oleh mesin tersebut. Dengan metode ini maka dibutuhkan 3 buah mesin untuk membuka message tersebut, sehingga apabila hanya satu buah mesin di kuasai…message tidak dapat di decrypt. Tor menggunakan pendekatan semacam ini untuk metode enkripsi nya

Anonymous proxy yang bersifat centralized memiliki kelemahan apabila server proxy nya dipaksa untuk membuka log siapa saja yang mengakses proxy tersebut, maka keberadaan pengguna dapat diketahui. Sehingga di butuhkan metode dimana data dari user melewati server-server yang juga bersifat anonymous, sehingga tidak ada yang tahu data user melewati titik mana saja.

Pendekatan enkripsi schaum secara tradisional juga memakan resource yang cukup besar, karena si penyedia teknologi anonymitas harus memiliki cukup banyak mesin untuk enkripsi data, disamping itu jika pihak penyedia teknologi ini juga dipaksa untuk memperlihatkan log dari seluruh sistem milik nya, maka anonymitas kita dapat segera dibongkar. Untuk inilah, design tor dibuat dengan mengandalkan sumbangan/kontribusi dari pihak-pihak di seluruh dunia untuk menyediakan mesin-mesin yang dapat dijadikan batu loncatan oleh pengguna tor sebelum mencapai server tujuan nya. Namun jika hal ini diimplementasikan tanpa menggunakan enkripsi akan percuma, sebab setiap mesin yang dijadikan batu loncatan dapat membaca data user tersebut. Untuk itulah tor menggunakan pendekatan metode schaum diatas untuk enkripsi data nya. Sehingga mesin-mesin di tengah arena loncatan tor menuju server tujuan tidak dapat membaca isi data user pengguna tor, bahkan mesin-mesin yang disebut virtual circuit itu tidak dapat mengetahui data user melewati mesin mana saja. Inilah salah satu keunggulan tor, memanfaatkan mesin-mesin kontribusi masyarakat seluruh dunia, dan tidak ada yang mengetahui jalur mana saja yang dilewati oleh data user tersebut selain user pengguna tor itu sendiri.

Pada praktek nya, saat awal proses inisialisasi maka tor client akan mendownload informasi seluruh mesin-mesin yang terdaftar pada jaringan tor dari suatu directory server. Kita dapat ikut menentukan direktori server tersebut, namun secara default directory server tor akan diambil dari moria2 dan tor26. Direktory server tersebut akan memberikan list mesin-mesin mana saja dalam jaringan tor yang dapat digunakan sebagai virtual circuit, dan mesin-mesin mana saja yang bersedia menjadi tor-exit-node, yaitu titik keluar pada jaringan tor yang berhubungan langsung dengan server tujuan. Berikut ini ilustrasi dari perjalanan paket dari tor client hingga server target yang hendak di tuju:

vc1

vc2

vc3

tor-exit

Dari ilustrasi diatas, kita dapat melihat proses tor saat membentuk virtual circuit saat inisialisasi awal. Setelah tor mendapatkan informasi server mana saja yang tergabung dalam tor network dari directory server, maka tor akan menggunakan suatu algoritma tertentu untuk memilih server-server mana saja yang dapat dijadikan virtual circuit. Pada gambar pertama, tor telah memilih virtual circuit pertama dan melakukan inisialisasi enkripsi dengan mesin tersebut, setelah virtual circuit pertama terbentuk maka tor akan menggunakan VC1 tersebut untuk mencari VC2 (Virtual Circuit ke-2). Setelah menentukan VC2 maka tor akan melewatkan data melalui VC1 untuk tukar menukar informasi mengenai enkripsi yang digunakan dengan VC2, setelah circuit terbentuk maka tor akan mencari VC3 melalui VC1 & VC2. Dan setelah semua virtual circuit terbentuk (umum nya 3), maka tor akan meng-informasikan user bahwa virtual circuit telah terbentuk dan tor siap untuk melewatkan data ke tujuan

Data user (misal: aplikasi http dari web browser) akan melewati VC1+VC2+VC3 sebelum mencapai server yang dituju, misal nya Google. Dan setiap melewati Virtual Circuit data akan di enkripsi dengan kunci yang berbeda-beda, sehingga apabila salah satu VC di crack tidak bisa membaca data tersebut, bahkan si penyedia Virtual Circuit tidak dapat membaca data yang lewat. Setelah mencapai Virtual Circuit terakhir (biasa disebut tor-exit-node), maka data akan dikembalikan dalam bentuk awal nya untuk kemudian di kirimkan ke server tujuan. Sehingga komunikasi antara tor-exit-node dengan server tujuan dalam bentun tidak terenkripsi. Di sinilah letak kelemahan tor.

Secara default, aplikasi vidalia akan instal tor plus privoxy (proxy server). Tor sendiri akan membuka port client (default) di port 9050 dengan tipe socks proxy, dan port 9051 sebagai control port untuk kebutuhan tor itu sendiri. Dari sudut pandang client, port 9050 tor dapat dimanfaatkan apabila aplikasi client bisa berkomunikasi dengan tipe socks proxy, namun tidak semua aplikasi dapat berkomunikasi dengan socks proxy sehingga tidak dapat memanfaatkan jalur tor. Untuk itulah digunakan privoxy, privoxy akan menjadi jembatan dalam mesin localhost miliki kita (dengan asumsi, tor tidak di relay) untuk menerima request dari port http untuk kemudian diteruskan melalui port socks. Jadi pada aplikasi internet milik kita (seperti web browser), cukup arahkan ke port privoxy (localhost:TCP:8118) dan kemudian data akan di jembatani oleh privoxy menuju (localhost:SOCKS:9050) dimana tor sudah menunggu.

Tor memiliki file konfigurasi yang biasa disebut torrc, untuk yang menggunakan vidalia dapat langsung menunjuk lokasi konfigurasi tor:

torrc-vidalia

Umum nya tor dapat langsung bekerja dengan baik tanpa perlu kutak-katik file konfigurasi nya, namun jika kita menginginkan kemampuan lebih dari tor tersebut maka kita harus membaca secara menyeluruh isi file konfigurasi (umum nya sudah termasuk dalam paket tor), pada file konfigurasi juga terdapat comment yang akan membantu kita dalam melakukan proses konfigurasi tor. Banyak hal yang dapat di customize melalui file konfigurasi ini, seperti pemilihan tor-exit-node agar sesuai dengan kehendak kita, pemilihan virtual circuit, time-out untuk berganti-ganti virtual circuit, konfigurasi tor sebagai server, dll. Bisa kalian baca sendiri secara jelas pada konfigurasi nya.

Tor juga menyediakan berbagai level LOG untuk proses troubleshooting, melalui LOG ini jugalah kita dapat melihat bagaimana tor bekerja. Berikut ini contoh LOG pada salah satu sesi tor milik saya:

Sep 20 23:04:27.670 [notice] Tor 0.1.2.15 opening log file.
Sep 20 23:04:27.670 [info] or_state_load(): Loaded state from “/Users/cyberheb/tor/state”
Sep 20 23:04:27.673 [info] crypto_seed_rng(): Seeding RNG from “/dev/urandom”
Sep 20 23:04:28.286 [info] router_load_routers_from_string(): 759 elements to add
Sep 20 23:04:28.634 [info] router_load_routers_from_string(): 461 elements to add
Sep 20 23:04:28.858 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “lefkada” at 140.247.60.64:80 (published 2007-09-20 17:41:46)
Sep 20 23:04:28.858 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “lefkada” at 140.247.60.64:80 (published 2007-09-20 17:41:46) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.882 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “moria2″ at 128.31.0.34:9032 (published 2007-09-20 17:41:31)
Sep 20 23:04:28.882 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “moria2″ at 128.31.0.34:9032 (published 2007-09-20 17:41:31) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.908 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “dizum” at 194.109.206.212:80 (published 2007-09-20 17:41:31)
Sep 20 23:04:28.908 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “dizum” at 194.109.206.212:80 (published 2007-09-20 17:41:31) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.933 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “tor26″ at 86.59.21.38:80 (published 2007-09-20 17:43:07)
Sep 20 23:04:28.933 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “tor26″ at 86.59.21.38:80 (published 2007-09-20 17:43:07) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.958 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “moria1″ at 128.31.0.34:9031 (published 2007-09-20 04:14:58)
Sep 20 23:04:28.958 [info] routerstatus_list_update_from_networkstatus(): Rebuilding router status list.
Sep 20 23:04:28.994 [info] entry_guards_compute_status(): Summary: Entry ‘h762626′ is reachable, usable and live.
Sep 20 23:04:28.994 [info] entry_guards_compute_status(): Summary: Entry ‘confector’ is reachable, usable and live.
Sep 20 23:04:28.994 [warn] Please upgrade! This version of Tor (0.1.2.15) is obsolete, according to 3/3 version-listing network statuses. Versions recommended by at least 1 authority are: 0.1.2.17, 0.2.0.6-alpha
Sep 20 23:04:28.999 [notice] We now have enough directory information to build circuits.
Sep 20 23:04:29.008 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 0 clean circs (0 internal), need another exit circ.
Sep 20 23:04:29.009 [info] choose_good_exit_server_general(): Found 604 servers that might support 0/0 pending connections.
Sep 20 23:04:29.009 [warn] You specified a server “aquatorius” by name, but this name is not registered, so it could be used by any server, not just the one you meant. To make sure you get the same server in the future, refer to it by key, as “$5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A”.
Sep 20 23:04:29.009 [info] choose_good_exit_server_general(): Chose exit server ‘aquatorius’
Sep 20 23:04:29.009 [info] add_an_entry_guard(): Chose ‘piktor’ as new entry guard.
Sep 20 23:04:29.009 [info] log_entry_guards(): h762626 (up made-contact),confector (up made-contact),piktor (up never-contacted)
Sep 20 23:04:29.011 [info] or_state_save(): Saved state to “/Users/cyberheb/tor/state”
Sep 20 23:04:30.011 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 1 clean circs (0 internal), need another exit circ.
Sep 20 23:04:30.012 [info] choose_good_exit_server_general(): Found 604 servers that might support 0/0 pending connections.
Sep 20 23:04:30.012 [info] choose_good_exit_server_general(): Chose exit server ‘aquatorius’
Sep 20 23:04:31.013 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 2 clean circs (0 uptime-internal, 0 internal), need another hidserv circ.
Sep 20 23:04:31.461 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘piktor’
Sep 20 23:04:31.461 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘piktor’
Sep 20 23:04:31.824 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘h762626′
Sep 20 23:04:32.020 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 3 clean circs (1 uptime-internal, 1 internal), need another hidserv circ.
Sep 20 23:04:32.152 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building fast circuit hop:
Sep 20 23:04:32.152 [info] exit circ (length 3, exit aquatorius): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $E0FC602A1B38969173D11591E40AA94A83975049(closed) $5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A(closed)
Sep 20 23:04:32.160 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building fast circuit hop:
Sep 20 23:04:32.160 [info] internal (high-uptime) circ (length 3, exit liquitor): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $1C342C43A509749B4C580B78E4318F9BC6EA0E3A(closed) liquitor(closed)
Sep 20 23:04:32.283 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building fast circuit hop:
Sep 20 23:04:32.283 [info] exit circ (length 3, exit aquatorius): $3D58B7D5E3C2A011DA7B391B87FCC9BDFBC08F66(open) $40014353EEBC98977A99427242666B439EE7E375(closed) $5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A(closed)
Sep 20 23:04:33.039 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building circuit hop:
Sep 20 23:04:33.039 [info] exit circ (length 3, exit aquatorius): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $E0FC602A1B38969173D11591E40AA94A83975049(open) $5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A(closed)
Sep 20 23:04:33.527 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building circuit hop:
Sep 20 23:04:33.527 [info] internal (high-uptime) circ (length 3, exit liquitor): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $1C342C43A509749B4C580B78E4318F9BC6EA0E3A(open) liquitor(closed)
Sep 20 23:04:34.211 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘confector’
Sep 20 23:04:34.375 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building circuit hop:
Sep 20 23:04:34.375 [info] exit circ (length 3, exit aquatorius): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $E0FC602A1B38969173D11591E40AA94A83975049(open) $5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A(open)
Sep 20 23:04:34.375 [info] circuit_send_next_onion_skin(): circuit built!
Sep 20 23:04:34.375 [notice] Tor has successfully opened a circuit. Looks like client functionality is working.
Sep 20 23:04:35.053 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building circuit hop:
Sep 20 23:04:35.053 [info] internal (high-uptime) circ (length 3, exit liquitor): $8CFD0BC987576D41E52DE858246CF5C6B8BE63D1(open) $1C342C43A509749B4C580B78E4318F9BC6EA0E3A(open) liquitor(open)
Sep 20 23:04:35.053 [info] circuit_send_next_onion_skin(): circuit built!

Dari cuplikan log, kita dapat meng-analisis apabila terdapat kesalahan konfigurasi dan melakukan troubleshooting berdasarkan error yang didapatkan. Dari cuplikan log tersebut juga lah kita dapat melihat secara langsung apa yang terjadi pada tor.

Sep 20 23:04:27.670 [notice] Tor 0.1.2.15 opening log file.
Sep 20 23:04:27.670 [info] or_state_load(): Loaded state from “/Users/cyberheb/tor/state”
Sep 20 23:04:27.673 [info] crypto_seed_rng(): Seeding RNG from “/dev/urandom”
Sep 20 23:04:28.286 [info] router_load_routers_from_string(): 759 elements to add
Sep 20 23:04:28.634 [info] router_load_routers_from_string(): 461 elements to add

Cuplikan LOG diatas memperlihatkan bahwa tor memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi-informasi sebelum nya pada local disk, informasi tersebut berupa server-server yang didapatkan dari direktori server untuk membangun virtual circuit. Informasi ini disimpan sesaat sebelum tor mengakhiri proses nya, dan akan di load saat tor akan memulai kembali servis nya, dengan kemampuan ini maka proses loading tor akan lebih cepat.

Sep 20 23:04:28.858 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “lefkada” at 140.247.60.64:80 (published 2007-09-20 17:41:46)
Sep 20 23:04:28.858 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “lefkada” at 140.247.60.64:80 (published 2007-09-20 17:41:46) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.882 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “moria2″ at 128.31.0.34:9032 (published 2007-09-20 17:41:31)
Sep 20 23:04:28.882 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “moria2″ at 128.31.0.34:9032 (published 2007-09-20 17:41:31) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.908 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “dizum” at 194.109.206.212:80 (published 2007-09-20 17:41:31)
Sep 20 23:04:28.908 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “dizum” at 194.109.206.212:80 (published 2007-09-20 17:41:31) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.933 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “tor26″ at 86.59.21.38:80 (published 2007-09-20 17:43:07)
Sep 20 23:04:28.933 [info] networkstatus_list_update_recent(): Networkstatus from directory server “tor26″ at 86.59.21.38:80 (published 2007-09-20 17:43:07) is now “recent”
Sep 20 23:04:28.958 [info] router_set_networkstatus(): Setting networkstatus cached from directory server “moria1″ at 128.31.0.34:9031 (published 2007-09-20 04:14:58)
Sep 20 23:04:28.958 [info] routerstatus_list_update_from_networkstatus(): Rebuilding router status list.

Pada bagian diatas, Tor mulai mencari direktory server untuk menerima informasi mengenai server-server yang terdaftar pada jaringan tor untuk kemudian dibangun virtual circuit nya

Sep 20 23:04:28.994 [info] entry_guards_compute_status(): Summary: Entry ‘h762626′ is reachable, usable and live.
Sep 20 23:04:28.994 [info] entry_guards_compute_status(): Summary: Entry ‘confector’ is reachable, usable and live.
Sep 20 23:04:28.994 [warn] Please upgrade! This version of Tor (0.1.2.15) is obsolete, according to 3/3 version-listing network statuses. Versions recommended by at least 1 authority are: 0.1.2.17, 0.2.0.6-alpha
Sep 20 23:04:28.999 [notice] We now have enough directory information to build circuits.
Sep 20 23:04:29.008 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 0 clean circs (0 internal), need another exit circ.
Sep 20 23:04:29.009 [info] choose_good_exit_server_general(): Found 604 servers that might support 0/0 pending connections.
Sep 20 23:04:29.009 [warn] You specified a server “aquatorius” by name, but this name is not registered, so it could be used by any server, not just the one you meant. To make sure you get the same server in the future, refer to it by key, as “$5BC3A14A5536392B16E0596710DE03173D70656A”.
Sep 20 23:04:29.009 [info] choose_good_exit_server_general(): Chose exit server ‘aquatorius’
Sep 20 23:04:29.009 [info] add_an_entry_guard(): Chose ‘piktor’ as new entry guard.
Sep 20 23:04:29.009 [info] log_entry_guards(): h762626 (up made-contact),confector (up made-contact),piktor (up never-contacted)
Sep 20 23:04:29.011 [info] or_state_save(): Saved state to “/Users/cyberheb/tor/state”
Sep 20 23:04:30.011 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 1 clean circs (0 internal), need another exit circ.
Sep 20 23:04:30.012 [info] choose_good_exit_server_general(): Found 604 servers that might support 0/0 pending connections.
Sep 20 23:04:30.012 [info] choose_good_exit_server_general(): Chose exit server ‘aquatorius’
Sep 20 23:04:31.013 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 2 clean circs (0 uptime-internal, 0 internal), need another hidserv circ.
Sep 20 23:04:31.461 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘piktor’
Sep 20 23:04:31.461 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘piktor’
Sep 20 23:04:31.824 [info] circuit_send_next_onion_skin(): First hop: finished sending CREATE_FAST cell to ‘h762626′
Sep 20 23:04:32.020 [info] circuit_predict_and_launch_new(): Have 3 clean circs (1 uptime-internal, 1 internal), need another hidserv circ.
Sep 20 23:04:32.152 [info] circuit_finish_handshake(): Finished building fast circuit hop:

LOG diatas memperlihatkan proses tor memilih virtual circuit yang akan digunakan, ada beberapa yang gagal namun akan dicoba kembali hingga akhir nya berhasil dibuat virtual circuit. Nanti nya, virtual-virtual circuit tersebut akan digunakan untuk melewatkan data dari user hingga ke server tujuan.

Tor juga sering digunakan untuk bypass proxy, atau tunneling. Namun bukan berarti tor tidak dapat di blok, jika kita melihat struktur proses kerja tor diatas, maka untuk administrator dapat melakukan blocking pada direktori server yang digunakan oleh tor (default: moria dan tor26), sehingga pengguna tor tidak dapat mengakses jaringan tor. Terlepas dari apakah bisa di blok atau tidak, tor tetap tools anonymity yang kuat untuk saat ini. Design nya yang dari publik untuk publik merupakan letak kekuatan tor, walaupun design tor-exit-node nya bisa menjadi kelemahan, namun hal tersebut bisa diminimalisasi dengan menggunakan servis yang memanfaatkan enkripsi (mis: SSL) untuk proses authentifikasi, sehingga perjalanan data dari awal hingga akhir selalu terenkripsi. Bagi para pengguna Linux dapat menikmati torK, dengan torK maka segalanya yang berhubungan dengan tor akan semakin mudah dan serba GUI. torK juga akan mempermudah kita melakukan berbagai macam koneksi seperti SSH, telnet, IRC via tor.

Selamat mencoba, untuk hal-hal yang kurang jelas dan ingin didiskusikan kita kembalikan ke media forum ;). Semoga bermanfaat.

October 1, 2007

Eno7’s WebTools

Filed under: News, Tips 'n Trick, Tools Review, Websecurity — Cyberheb @ 5:22 am

Saya sering bermain-main dengan online tools yang disediakan oleh Eno7, tools-tools tersebut sangat berguna dalam hal websecurity, untuk yang biasa bermain di websecurity bisa mencoba tools online yang disediakan oleh mereka. Berikut macam-macam tools nya:

1. MD5 Hash Generator
2. Online Security Scan
3. Character Encoding
4. Meta Tag Generator
5. HTML Kod Encryption and HTML Kod Decryption
6. XSS Attack Database
7. Site Explorer Spider
8. Top Viruses Map
9. Password Generator
10. Whois Check
11. All Encryptions

Haph phun ;).

September 19, 2007

Wikiscanner

Filed under: Tools Review — staff @ 8:43 am

Just got information from 0×000000 magz blog, there’s another (new?) reconnaissance tool which use wikipedia as the media for one of information gathering technique, it’s called wikiscanner, find it here.

Blog By You-Know-What